Wednesday, February 6, 2013

manusia menyampaikan hajat kpdku

ya Allah,this is truely a reminder

Manusia menyampaikan hajatnya kepada kamu adalah ni’mat daripada Allah untuk kamu. 
Faidh bin Ishaq berkata: Suatu hari aku berada di sisi al-Fudhayl bin ‘Iyadh. Tiba-tiba seorang lelaki muncul, meminta sesuatu yang dihajatinya dan merengek-rengek supaya ditunaikan hajatnya itu. Lalu aku berkata kepada lelaki itu: jangan engkau sakiti/susahkan Shaikh! Maka al-Fudhayl menegurku: (Diam engkau wahai Faidh. Tidakkah engkau tahu bahawa manusia menyampaikan hajatnya kepada kamu adalah ni’mat daripada Allah untuk kamu. Maka awas! Jangan kamu rasa jemu menerimanya, nanti ni’mat itu bertukar kepada niqmat (kecelakaan)

Tuesday, February 5, 2013

kisah cendawan

td masak nasi goreng

nyummy!

tapi terlupa letak cendawan awal2.
so bile dh letak nasi baru terperasan cendawan n i was like...oh my~

tp campak gak cendawan yg telah di potong itu.then mcm nyesal gile.

sebab cdangnya nk buat nasi goreng yg sedap.kalau cendawan di campak bukan pada masanya,mesti hasil nasi goreng jd xsedap sgt...

nyesal dan marah kat diri sbb selalu hentam je

but then...


bila dh makan,wallla!sedap rupenye
rupenye cendawan xyah lelama
rupenye cukup dgn kepanasan,cendawan sudah lembut dan serap rasa


subhanallah!u never know which mistakes that lead u to a great success kan ^^

dan saya baru tahu,rupanya kalau masak, perlu tambah gula utk sedapkan rasa juga=P

dan bawang yang byk,it will never failed u to have a great taste alhamdulilllah!

Allah bg sedap.sy tukang masak je heee

sekian bebelan pd diri sndiri

Monday, February 4, 2013

hari kiamat

sebagaimana di dalam hadis Nabi SAW yang bermaksud: “Tidak berganjak kedua-dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga ia disoal mengenai umurnya pada perkara apakah ia habiskan, ilmunya untuk apakah ia gunakan, harta bendanya dari manakah ia peroleh dan pada apakah ia belanjakan, mengenai tentang tubuh badannya pada perkara apakah ia susutkan kemudaan serta kecergasannya.”
(Hadis Riwayat Tarmizi).

Nabi SAW mengajarkan kepada kita doa : "Allaahummaj’al khayra ‘umrii aakhirahu wa khayra ‘amalii khawaatiimahu wa khayra ayyaamii yawma lliqaa’ika"

Maksudnya, “Ya Allah jadikanlah sebaik-baik umurku pada ujungnya dan sebaik-baik amalku pada akhir hayatku, dan (jadikanlah) sebaik-baik hariku iaitu hari ketika aku bertemu dengan-Mu (di hari kiamat).” (Hadis riwayat Ibnus Sunny)

too random

saya rasa saya ada masalah hati

-dengki dan bakhil-

oh Allah,i try to fight it.help me help me help me~
no matter how much i refrain to give,let me give with open heart and smiles^^


saya rasa, tumuhat saya dah teralih arah

ye.org kata bende ni buat anda angau
perhaps the sin

dan ujian

saya pun ngak tahu kenapa ini ujiannya.tapi yg pasti ALLAH masih beri masa.
3more mothns to go

reset niat
cari niat
set niat

teruskan melangkah.dont u ever stop becuase u are plain lazy and xde semngt
just do it no matter how xde semngat nye kamu

elly ke firdausi=D
hope for a better biah at home
boleh jemaah sama,qiam sama,tasmiq berdua
semoga rumah jadi tempat turunnya sakinah

lau semua berkasih syg,dan rahmat ALLAH melimpah ruah

amin..

too random.

Sunday, February 3, 2013

doa

“Ya Allah, aku memohon kecintaanMU, kecintaan orang yang mencintaiMU dan kecintaan pada amal yang menghantarku untuk meraih cintaiMU. Ya Allah, jadikanlah cintaMU sebagai sesuatu yang paling aku cintai daripada diriku, keluargaku dan air yang sejuk.” (Hadis riwayat Termizi )

Monday, January 28, 2013

on istighfar





Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat”. (Hud: 3)
Surat Hud yang pernah membuat Abu bakar terkejut saat melihat rambut Rasulullah saw beruban yang dijawab oleh Rasulullah dengan sabdanya, “Surat Hud dan saudara2nya telah membuat rambutku beruban”, ternyata sarat dengan perintah beristighfar yang disampaikan melalui lisan para nabiyuLlah dari Hud as, sholih dan syu’aib as.
Tercatat ada empat ayat di dalam surat ini yang menyebut perintah beristighfar, yaitu pertama ayat 3 di atas, ayat 52, 61, dan 90. Bahkan yang menarik, bahwa secara korelatif, perintah beristighfar pada ayat-ayat tersebut diawali dengan perintah menyembah dan mengabdi semata-mata kepada Allah, seperti dalam surat Hud: 2 misalnya, “Agar kamu tidak menyembah selain Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa khabar gembira kepadamu daripada-Nya” (Hud: 2).
Betapa tinggi nilai perintah beristighfar sehingga selalu berdampingan dengan perintah beribadah kepadanya. Sehingga merupakan satu kewajiban sekaligus kebutuhan seorang hamba kepada Allah swt karena secara fithrah memang manusia tidak akan bisa mengelak dari melakukan dosa dan kesalahan sepanjang hidupnya. Peluang ampunan ini merupakan anugerah rahmat yang terbesar bagi hamba-hamba-Nya yang beriman.
Terkait dengan hal ini, kebiasaan beristighfar mereflesikan kedekatan seorang hamba dengan Tuhannya dan pengakuan akan Ke-Maha Pengampunan Allah swt. Istighfar juga merupakan cermin dari sebuah akidah yang mantap akan kesediaan Allah membuka pintu ampunannya sepanjang siang dan malam. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya Allah senantiasa membuka tanganNya di siang hari untuk memberi ampunan kepada hambaNya yang melakukan dosa di malam hari, begitu pula Allah swt senatiasa membuka tangan-Nya di malam hari untuk memberi ampunan bagi hamba-Nya yang melakukan dosa di siang hari”.
Catatan lain yang bisa dikaji adalah bahwa perintah beristighfar di dalam Al-Qur’an juga selalu beriringan dengan perintah bertaubat,” Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili dalam tafsir Al-Munir mengemukakan rahasia penggabungan perintah beristighfar dan bertaubat pada kebanyakan ayat-ayat Al-Qur’an bahwa tidak ada jalan untuk meraih ampunan Allah swt melainkan dengan menunjukkan perilaku dan sikap “taubat” yang diimplementasikan dengan penyesalan akan kesalahan masa lalu, melepas ikatan-ikatan (jaringan) kemaksiatan dalam segala bentuk dan sarananya serta tekad yang tulus dan jujur untuk tidak mengulangi kembali perbuatan-perbuatan dosa di masa yang akan datang. Dalam kaitan ini, taubat merupakan penyempurna dari istighfar seseorang agar diterima oleh Allah swt.
Secara aplikatif, kebiasaan beristighfar sudah dicotohkan oleh Rasulullah saw. Tercatat dalam sebuat riwayat Imam Muslim bahwa Rasulullah (memberi pelajaran kepada umatnya) senantiasa beristighfar setiap hari tidak kurang dari 70 kali. Bahkan di riwayat Imam Bukhari beliau beristighfar setiap hari lebih dari 100 kali (Bukhari Muslim). Pelajaran yang diambil dari prilaku Rasulullah ini adalah bahwa beristighfar tidak harus menunggu setelah melakukan kesalahan, tetapi bagaimana hendaknya aktifitas ini berlangsung senantiasa menghiasi kehidupan sehari-hari kita tanpa terkecuali.
Para malaikat yang jelas tidak pernah melanggar perintah Allah justru senantiasa beristighfar memohon ampunan untuk orang-orang yang beriman sebagai sebuah pelajaran yang berharga bagi setiap hamba Allah yang beriman, “(Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala”. (Al-Mu’min: 7)
Berdasarkan kajian terhadap ayat-ayat yang berbicara tentang istighfar, paling tidak terdapat empat keutamaan dan nilai dari amaliah istighfar dalam kehidupan seorang muslim:
1. Istighfar merupakan cermin akan kesadaran diri orang-orang yang bertakwa. “Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui”. (Ali Imran: 135)
2. Istighfar merupakan sumber kekuatan umat. Kaum nabi Hud yang dikenal dengan kekuatan mereka yang luar biasa, masih diperintahkan oleh nabi mereka agar senantiasa beristighfar untuk menambah kekuatan mereka. “Dan (dia berkata): “Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa”. (Hud: 52). Bahkan Rasulullah dalam salah satu haditsnya menegaskan bahwa eksistensi sebuah umat ditentukan diantaranya dengan kesadaran mereka untuk selalu beristighfar, sehingga bukan merupakan aib dan tidak merugi orang-orang yang bersalah lantas ia menyadari kesalahannya dengan beristighfar memohon ampunan kepada Allah swt.
3. Istighfar dapat menolak bencana dan menjadi salah satu sarana turunnya keberkahan dan rahmat Allah swt. Ibnu Katsir ketika menafasirkan surat Al-Anfal: 33 “Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun” menukil riwayat dari Imam Tirmidzi bahwa Rasulullah saw bersabda, “Allah telah menurunkan kepadaku dua pengaman atau penyelemat bagi umat dari azab dan bencana, yaitu keberadaanku dan istighfar. Maka ketika aku telah tiada, masih tersisa satu pengaman hingga hari kiamat, yaitu istighfar”. Bahkan Ibnu Abbas menuturkan bahwa ungkapan istighfar meskipun keluar dari pelaku maksiat dapat mencegah dari beberapa kejahatan dan bahaya.
4. Istighfar akan memudahkan urusan seseorang, memudahkan jalan mencari rizki dan memelihara seseorang. Dalam konteks ini, Ibnu katsir menafsirkan suarat Hud : 52 dengan menukil hadits Rasulullah saw yang bersabda, “Barangsiapa yang mampu mulazamah atau kontinyu dalam beristighfar, maka Allah akan menganugerahkan kebahagiaan dari setiap duka dan kesedihan yang menimpanya, memberi jalan keluar dari setiap kesempitan dan memberi rizki dengan cara yang tidak disangka-sangka”. (Ibnu Majah)
Demikianlah, pesan yang disampaikan oleh para nabiyuallah kepada kaumnya sebagai salah satu solusi dari permasalahan mereka. Tentu istighfar yang dimaksud tidak hanya sekedar ucapan dengan lisan “astaghfirullah”, tetapi secara aplikatif sikap waspada, mawas diri dan berhati-hati dan bersikap dan berperilaku agar terhindar dari kesalahan. Dan jika terjermus ke dalam kemaksiatan segera sadar dan mampu bangkit dari kesalahan dengan bersungguh-sungguh bertaubat dalam arti menyuguhkan pengabdian dan karya yang lebih bermanfaat untuk umat. Allahu A’lam.


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2007/12/326/istighfar-pesan-para-nabi/#ixzz2JLAKTR9G

taujihat syeikh jumuah amin

TAUJIHAT SYEIKH HAMEED
IKRAM HEALTH JUNIOR RETREAT 2013,

Perjumpaan dengan kamu, mengimbau perjalanan hidup saya ketika saya menjadi naqib kepada doktor-doktor ikhwan di Mesir. Kami amat kesian akan mereka. Namun, disana tetap ada tanggungjawab yang mesti dipikul.

Saya ingin tegaskan, bahawa tempoh Housemen ini adalah tempoh terbaik untuk kamu membina tarbiah zatiah. Dalam tempoh ini, usaha kamu dalam membangunkan diri kamu adalah lebih besar berbanding peranan jemaah dalam membangunkan kamu. Kamu perlu memahami bahawa terdapat 3 jenis tarbiah, iaitu :

Tarbiah jamiah
Diantara murobbi - mutarobbi secara berjemaah
Ini adalah satu bentuk yg penting dlm tarbiah
Merupakan satu bi'ah memberikan kita peluang yg luas utk kita berkembang dalam aspek tarbawi

2. Tarbiah fardiah :
Ia adalah melibatkan hubungan tarbawi antara murobbi - mutarobbi secara persendirian.

3. Tarbiah zatiah
Aspek ini yg kamu perlu berikan tumpuan dlm tempoh HO ini.
Apabila peluang & pemantauan jemaah berkurang, maka bertambahlah peranan kamu utk mentarbiah diri sendiri.

Tarbiah Zatiah itu meliputi :
Zatiah bersama allah
Zatiah dgn diri sendiri
Zatiah dlm dakwah
Zatiah dlm masyarakat

Apa hasil tarbiah yg kita perolehi daripada ketiga2 jenis tarbiah tersebut:
Sahkhsiah / akhlakiyyah
Keimanan
Fikriyyah
Ukhuwah
Badaniyyah
Dakwiyyah & harakiyyah
Tanzimiyyah
Ibadiyyah

Tarbiah imaniyyah ---> Tarbiah ibadiyyah ---> tarbiah akhlakiyyah ---> tarbiah fikriyyah
---> tarbiah kemasyarakatan (sosial) ---> Tarbiah Siyasiyyah (politik) ---> Tarbiah iktisodiyyah(ekonomi) ---> tarbiah sulukiyyah (tingkah laku)

Jangan sesekali kamu menganggap bahawa tarbiah siyasi adalah parti politik semata-mata. Namun tarbiah siyasi adalah lebih besar aspeknya, ia meliputi apa sahaja yang kamu lakukan dengan melibatkan hati-hati manusia.
Sebagai seorang pendakwah, kamu mesti memikirkan juga mengenai aspek ekonomi, kerana ia merupakan satu pedang yg mempunyai dua mata. Ekonomi akan menyebabkan kamu semakin hebat berdakwah atau kamu meninggalkan medan dakwah.
Sepatutnya kamu mengawal ekonomi utk dakwah bukan kamu dikawal oleh ekonomi.
Nabi s.a.w bersabda : sebaik-baik nikmat adalah harta yang baik di tangan mukmin yg baik.

Diantara aspek2 tarbiah ini, yang paling penting adalah TARBIAH IMANIYYAH. Kerana :
Tanpa iman, maka tiadalah terbentuk tarbiah2 yang lain
Iman adalah satu tenaga/sumber kekuatan. Apabila iman ini kuat, ia akan mengerakkan medan2 tarbiah yang lain
Iman yang akan mendorong saya berakhlak dgn akhlak yang mulia.
Sebab itu, tarbiah lain akan berpucuk daripada kehebatan iman kamu.

PAKSI-PAKSI PEMBENTUKAN DIRI
Allah
Diri sendiri
Dakwah
Manusia

BERSAMA ALLAH
Kamu perlu lakukan :
Membaharukan niat& ikhlas dalam amal
Tadabbur & berfikir
Zikir kepada allah : perlu kamu mempunyai risalah mathurat yang asal, keadaan2 harian kamu, zikir mutlak seperti istighfar, takbir , tahmid dll
Ibadat doa & bersungguh-sungguh meminta kepada Allah s.w.t. Pastikan kamu memastikan hati kamu hadir semasa doa. Al Furqan : Aku tidak pedulikan kamu kecuali dengan doa kamu.
Ibadat secara rahsia
Sedekah secara rahsia
Pastikan pada diri kamu, kamu mempunyai ibadah yang rahsia dengan Allah. Pastikan dalam 2 tahun ini, kamu ada Hubungan Rahsia dengan Allah s.w.t dengan kamu tidak mendedahkan kepada orang lain. Kamu berdua-duaan dengan Allah s.w.t sahaja. Tanpa orang ketiga.
Muroqobah (merasai Allah memerhatikan kita) dalam kata-kata, perbuatan samada kamu bersendirian atau beramai-ramai.
Jika hubungan kamu dengan Allah kuat, pasti hubungan kamu dengan manusia akan kuat. Ingatlah manusia adalah makhluk Allah.

DENGAN DIRI SENDIRI :
Menjayakan diri dalam sudut keimanan.
Ibadat : mengambil seluruh kesempatan untuk beribadat.
Berakhlak dengan akhlak yang mulia.
Membentuk keterampilan diri, meningkatkan ilmu & kualiti kerja.
Persiapan ekonomi.
Membina diri untuk keluarga. Ingat, Baitul Muslim adalah salah satu wasilahnya.

BERSAMA DAKWAH :
Mengambil peluang untuk bersama-sama program dakwah & tarbiah
Ingatkah kamu mengenai peperangan Tabuk, dimana ada sekelompok sahabat yang tidak dapat menyertai peperangan namun mereka mendapat pahala yang sama seperti sahabat yang berperang.
Mereka ini adalah yang tidak dapat menyertai peperangan disebabkan keuzuran. Begitulah kamu, kamu mungkin tidak dapat menyertai usrah,halaqah, muqayyam, daurah. Keuzuran kamu adalah hospital, namun jangan kamu lepaskan peluang untuk mendapat pahala ini.
Ingat, hati kamu mesti bersama-sama ikhwah walaupun jasad kamu di hospital.
Sentiasa berHubung secara emosi sesama ikhwah. Yang paling simple adalah sms, calling, doa dll.
Berhubung secara fikrah. Melalui pembacaan dll
Sentiasa memantau, berinteraksi, menyumbang dan follow up mengenai dakwah & tarbiah

Inilah projek dakwah yang mesti kamu sertai dalam tempoh Housemen ini. Kamu mesti melaksanakannya.

BERSAMA MANUSIA
Bersama dengan ketua kamu iaitu Medical Officer, Specialist, Head of Department.
Mereka besar, hebat & lebih senior daripada kamu. Kamu kecil, lemah & junior. Namun kamu merupakan rijal-rijal dakwah, kamu membawa message, risalah dan matlamat. Oleh itu, kamu lebih hebat daripada mereka. KAMU LEBIH HEBAT DARIPADA MEREKA !
Ikhwah, kamu mulia kerna membawa risalah ini!
Mereka adalah mad'u kamu, berfikirlah macam mana untuk kamu menyampaikan kebaikan kamu kepada mereka.
Jagalah Hubungan kamu dengan pesakit & family mereka.
Bagaimana hubungan kamu dengan family, kawan-kawan, dan semua kenalan kamu?
Seorang pendakwah mesti mempunyai mentaliti & objektif dlm dakwah untuk kamu sampaikan kepada mereka
Kamu perlu tentukan apa message yang kamu nak sampaikan di hospital.
Ingat, kamu perlu ada target dalam robtul am.

Ingat ikhwah, ini lah beza antara doktor biasa dengan doktor ikhwan!
Kamu perlu jadikan kerjaya kamu selaras dengan matlamat dakwah!

Inilah juga yang kami lakukan untuk D&T ikhwan di Mesir dikalangan doktor-doktor muda apabila mereka memasuki zaman Housemen, seorang naqib tidak boleh menggunakan tenaga mereka. Namun, strategi ini adalah tanggungjawab seorang doktor ikhwah. Medan amal kamu adalah :
Bersama dengan bos (MO, Specialist, consultant)
Bersama dengan kawan-kawan
Bersama Pesakit
Bersama dengan family / kawan-kawan lama.

Seorang naqib akan menjaga doktor muda ini dan membantu mereka dalam medan dakwah tersebut.
Naqib akan memberi target, mungkin robtul am 5 orang dalam 2-3bulan. Ianya mesti diselarikan dengan amal pekerjaan dan amal dakwah.

Ikhwah, kita adalah pemimpin, bukan orang yang dipimpin!

SIAPA BERSAMA-SAMA DENGAN SAYA UNTUK MELAKSANAKAN AMANAH INI? ANGKAT TANGAN KAMU. JANGAN JATUHKAN TANGAN KAMU.
" YA ALLAH, ENGKAU MENJADI SAKSI AKAN JANJI-JANJI MEREKA."

IKHWAH, INI JANJI KAMU, ALLAH SEDANG MENYAKSIKAN KAMU. JANGAN KAMU MUNGKIRINYA.
SEMOGA ALLAH MERAHMATI KAMU. WAALLHUA'LAM.

Sheikh M.Hameed,
Goldcourse Hotel,
IKRAM HEALTH JUNIOR RETREAT 2013